Senin, 04 Juli 2011

Trik Unik dan Kreatif Mengajar Bahasa Inggris

Bahasa merupakan alat utama dalam komunikasi yang memiliki daya ekspresi dan informasi yang besar. Untuk menguasainya diperlukan adanya pembiasaan dalam menggunakannya. Begitu juga dengan Bahasa Inggris. Sebagai bahasa internasional, maka ada tuntutan untuk kita bisa menguasainya sebagai jembatan untuk menyerap ilmu pengetahuan dunia.
Terkadang ada rasa jenuh dan takut dirasakan siswa ketika menghadapi pelajaran Bahasa Inggris, khususnya  mereka yang memang lemah dalam kemampuan berbahasa. Untuk itu, dalam pengajaran bahasa, Anton M. Moeliono, Guru besar fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, menekankan 3 hal pokok yang harus diperhatikan oleh guru. Pertama, aspek kognitif, yaitu menangkap yang dimaksudkan oleh kalimat atau paragraf. Kedua, psikomotorik, yakni menerapkan materi yang dipelajari. Sedangkan yang ketiga adalah aspek afektif, yaitu kemampuan guru menimbulkan rasa tertarik dan kebanggan pada mata pelajaran bahasa.
Dari sinilah seorang guru harus dapat membaca kondisi siswa dan melakukan trik-trik agar kegiatan pengajaran Bahasa Inggris menjadi asyik dan menyenangkan. Guru tidak hanya menerangkan materi yang ada di buku panduan atau LKS kemudian menugaskan siswa untuk mengerjakan soal-soal yang ada di dalamnya. Namun, guru juga memberikan inovasi baru dengan melibatkan permainan-permainan  untuk menerapkan materi yang diajarkan.
Sebagai cara untuk menarik perhatian siswa, sebelum memulai pelajaran dapat diawali dengan melakukan senam otak yang diiringi dengan lagu-lagu yang telah dihafal oleh siswa seperti Twinkle-Twinkle atau Are You Slipping. Kegiatan yang dilakukan selama 5-7 menit ini bermanfaat untuk menyeimbangkan antara otak kanan dan otak kiri, sehingga materi yang disampaikan bisa diterima dengan mudah.
Cara lain yang dapat dilakukan, masing-masing siswa secara bergiliran diminta untuk menyebutkan satu buah kata. Kemudian, siswa berikutnya melanjutkan dengan memulai kata dari abjad terakhir yang telah disebutkan sebelumnya. Misalnya, dimulai dengan kata pencil, dapat dilanjutkan dengan kata lamp, library, lucky, dan lain sebagainya atau bisa juga setelah seorang siswa menyebutkan satu buah kata kemudian siswa berikutnya melanjutkan kata yang berhubungan dengan kata sebelumnya disertai alasan kenapa memilih kata tersebut. Misalnya, seorang siswa menyebutkan kata book.  Kemudian, siswa selanjutnya menyambung dengan kata pen disertai dengan alasan pemilihannya. Kegiatan ini akan lebih bermanfaat  untuk mengasah dan menambah vocabulary siswa daripada mereka dituntut untuk mengahafalkan 50 kata setiap harinya. Selain itu, ini juga melatih siswa untuk berbicara dan belajar menyampaikan argumen.
Dalam kegiatan inti, guru sebaiknya menyiapkan media yang terkait dengan materi yang akan disampaikan. Media dapat berupa gambar, poster, kartu, film, musik, dan lainnya. Dengan ini, proses belajar menjadi sangat menyenangkan. Karena, proses belajar yang bermakna adalah proses belajar yang disertai dengan “mengalami”. Pacu emosi siswa untuk melejitkan potensi yang ada dalam diri mereka. Ajak mereka untuk berkompetisi. Walaupun tanpa hadiah, mereka pasti akan berlomba-lomba untuk menjadi juara. Kompetisi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, spelling competition, speech contest, translating song, news reading, drama, atau lomba-lomba lainnya yang lebih sederhana namun dapat mencuatkan potensi siswa dalam berbahasa.
                Selanjutnya, untuk kegiatan penutup, berilah motivasi kepada siswa untuk terus berlatih karena “practice makes perfect” dan bahasa itu bisa karena biasa. Beri mereka oleh-oleh berupa proverb atau beberapa ungkapan yang dapat diterapkan dalam percakapan sehari-hari.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar