Alhamdulillah, malam ini terasa begitu indah. Lewat sentuhan agung-Mu, kutemukan nikmatnya bersujud bersama hamba-hamba Mu diatas hamparan sajadah yang terbentang. Kurasakan ini sebagai kencan terindahku. Meski bukan dia yang berdiri disisiku saat ini, aku tetap bahagia. Ada sesuatu yang lebih kuat dari kasih sayang makhluk-Mu hadir menemaniku dan mendengarkan pintaku.
Teringat ku beberapa tahun silam, saat itu Masjid agung yang kini tegak berdiri masih dalam bentuk pondasi. Ibuku berkata “besok kalau masjidnya sudah jadi akad nikahnya disana aja”. Aku yang masih belum cukup dewasa untuk berpikir kesana hanya bisa tertawa. Meskipun, terselip juga harapan untuk bisa mewujudkannya. Aku yakin Tuhanku masih menyimpan keberadaan lelaki berkoko putih, bersarung kotak-kotak dan bersongkok hitam itu untukku. Suatu saat,,iya suatu saat,,waktu itu pasti akan tiba.
Pertengahan Sya’ban yang dinanti, pertanda Ramadhan akan segera kembali. Teringat ku kebersamaan bersama teman-teman waktu sama-sama berjuang. Mempersiapkan berbagai acara untuk menyambut bulan nan suci. Tapi kali ini, agenda itu sedikit berganti. Kuhabiskan waktu panjangku bersama keluarga. Hal yang telah lama tidak kualami karena sekian tahun waktuku kuhabiskan bersama para santri. Mungkin inilah waktu yang disisihkan oleh-Nya untukku mengabdi pada orang tuaku sebelum akhirnya aku harus kembali pergi melanjutkan perjalanan pencarian ilmu sebagai bekalku membangun sebuah Madrasah Impian.
Ya,,seperti itulah aku menyebutnya. Kenapa harus madrasah bukan sekolah? Dan kenapa harus aku beri nama sekolah bila tujuanku itu adalah sebuah madrasah? Di lahan yang luas inilah suatu saat bangunan itu akan berdiri. Tempat luar biasa bagi siapa saja yang ingin mengaji, mengkaji, dan berprestasi. Doakan aku teman. Semoga madrasah impian ini bukan sekedar mimpi. Tapi, suatu saat,,iya suatu saat, madrasah impian ini benar-benar berdiri.
Pertengahan Malam Sya’ban,
Afifah Linda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar